Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Palu, berharap Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS) dapat mendayagunakan potensi masyarakat dengan memanfaatkan buku buku ilmu terapan, seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Palu, mengatakan, saat ini pelaku UMKM dan masyarakat menjadi fokus pelaksanaan program dari TP-BIS. “Jadi perlu diketahui bahwa TP-BIS ini, yakni perpustakaan yang bertransformasi atau melakukan perubahan yang mana perpustakaan bukan lagi hanya sebagai tempat membaca, tetapi dapat menjadi tempat kegiatan,” Kegiatan dimaksud, yakni kegiatan yang dapat mendayagunakan potensi masyarakat melalui literatur-literatur ilmu terapan di perpustakaan, untuk dapat dipraktekan dan diaplikasikan sesuai kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
“Nah,untuk saat ini TP-BIS sedang fokus pada pembinaan UMKM olahan daun kelor, namun untuk ke depan rencana pengembangan akan kekerajinan tangan dan anyaman,”jelasnya.
Ia menjelaskan, sesuai surat dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kepada pihak Diskarpus Kota Palu, pihaknya bakal memfasilitasi UMKM olahan daun kelor di Palupi untuk membuat video dokumentasi pada Akhir Agustus mendatang.
Olehnya, Diskarpus berharap TP-BIS mampu menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di masyarakat, terlebih di masa Covid-19 yang sampai kini masih ada, seperti persoalan kehilangan pekerjaan.
“Program ini, merupakan konsep yang revolusioner atau sebuah peran yang diperankan perpustakaan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, untuk peningkatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.