PESTA WIRAUSAHA DIGITAL BERDAYA 2023

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) merupakan komunitas pengusaha yang saling memberdayakan dan terus menerus mengeksplorasi sumber daya bisnis berbasis teknologi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat, kata Drs. Syamsul Saifudin, MM (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu) yang mewakili Wali kota Palu untuk membuka  Kegiatan Pesta wirausaha digital berdaya Palu 2023 yang bertema belajar, networking, silaturahmi dan berbagi, Minggu 5 Maret 2023 di taman GOR Palu.

Progam digdaya TDA atau digital dan berdaya, selaras dengan program unggulan Pemkot Palu yakni inkubator bisnis berbasis digital serta penguatan UMKM dan market place.

“Keselarasan ini tentunya menjadi penyemangat  kita untuk bersama mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi di Kota Palu. Pemkot Palu butuh seluruh elemen untukmenunjang dalam usaha penurunan angka pengangguran,”paparnya.

Wali kota menurutnya mengapresiasi TDA atas aksi dan program peduli, progam kemanusiaan yang bergerak untuk distribusi bantuan secara rutin serta tanggap bencana yang sangat terasa artinya pada saat bencana 2018. Hal itu hingga saat ini masih terus dilakukan dan dirasakan manfaatnya.

Karena itu, pesta wirausaha komunitas TDA Palu tahun 2023, tentunya menjadi ajang yang baik untuk mengembangkan usaha. sharing informasi dan tips sesama anggota komunitas akan mendorong kemajuan bersama.

Membangun usaha lanjut Syamsul akan terasa berat jika dilakukan secara tertutup dan tidak membuka ruang silaturahmi dengan pelaku usaha lain. Konsep silaturahmi mutlak dilakukan agar bangkit bersama, saling asah, saling asih, dan saling asuh dalam berbisnis akan membangkitkan semangat untuk terus maju dan berkembang.

“Sebaliknya akan terasa pahit jika ditanggung sendiri. Namun kegagalan akan menjadi pelajaran bagi kita sendiri dan orang lain jika kita lakukan dengan berjamaah,”kata Syamsul. Selanjutnya Syamsul menambahkan, bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu sedang mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dimana program ini mendorong perpustakaan untuk menjadi sarana reproduksi pengetahuan ke dalam aksi nyata yang mensejahterakan.  Melalui program ini, masyarakat diberi pelatihan untuk meningkatkan skill melalui buku-buku terapan yang ada di perpustakaan.