Ruang terbuka hijau tak melulu harus berisi aktivitas olahraga saat akhir pekan. Menjadikannya sebagai area membaca dan belajar bersama juga bisa dilakukan. Pemandangan itu yang terjadi saat Minggu (10/12/2023) pagi di Taman GOR, Jalan Moh. Hatta, Besusu Tengah, Palu Timur.
Bersama sentuhan pagi
yang hangat dan bayangan megah replika Presiden Soekarno di tengah taman,
belasan anak duduk lesehan dikelilingi buku-buku dongeng berwarna-warni yang
tertata rapi dalam keranjang biru. Menjadikan kegiatan itu cukup menarik
perhatian.
Sejumlah remaja
laki-laki dan perempuan, yang berperan sebagai pemandu, berdiri gagah di depan
anak-anak.
Mendekati pukul 08.30
Wita, pemandu dengan penuh semangat memulai perjalanan literasi mereka
menggunakan pengeras suara.
Suasana harmonis pun
mulai tercipta. Saling berinteraksi dengan penuh semangat dan senyum menghiasi
wajah-wajah para peserta.
Anak-anak yang hadir
berasal dari kaki gunung, tepatnya Uwentumbu Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore,
Kota Palu. Mereka berkumpul untuk mengikuti "hajatan" literasi dari
Komunitas Generasi Anak Teladan, atau lebih dikenal dengan GEN AnT. Kegiatan
ini merupakan seri dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional.
Peringatan Hari Guru
sebelumnya telah berlangsung pada 27 November 2023 melalui lomba menulis
kreatif berjudul "Guru Inspirasiku".
Pemenang lomba, pada
pagi itu, dihadirkan untuk menjadi guru sehari dan membantu mengajar anak-anak
kaki gunung.
Keputusan ini menjadi
landasan tema kegiatan literasi yang diusung, "SEMERU alias Sehari Menjadi
Guru".
Target mengumpulkan 20
anak tak tercapai karena 8 anak terkendala akses saat menuruni gunung. Pun
demikian, kehadiran mereka tetap saja menjadi sinar harapan.
Pasalnya sebagian dari
mereka berstatus putus sekolah, sementara yang lain masih bersekolah tetapi
belum pandai membaca.
Foto bareng anak-anak kaki gunung bersama beberapa remaja yang menjadi "guru muda" (Foto: Syahrul Wardana/Tutura.Id)
Kegiatan sosial dengan
tema ini tak lepas dari keprihatinan GEN AnT terhadap minimnya ruang belajar
dan literasi di pelosok-pelosok, termasuk anak-anak yang bermukim di kaki
gunung yang minim akses belajar.
"Mereka merupakan
anak-anak yang menjadi bagian dari pembinaan kita. (Dalam) kegiatan sosial ini
kami memberikan literasi di pelosok-pelosok dan mereka kita ajak turun
gunung," kata Ida, Ketua GEN AnT, kepada Tutura.Id.
Pembelajaran tidak
hanya sebatas membaca kreatif. Anak-anak diajak untuk berpasangan, memilih buku
dongeng dari keranjang hijau, dan setelah membacanya, mereka dilatih untuk
menceritakan kembali isi dongeng tersebut.
Selain membaca, ada
juga permainan seru yang menambah keceriaan dalam belajar. Semuanya disajikan
dengan keceriaan dan santai.
Antusiasme anak-anak
begitu mencolok, meski akses menuju lokasi merupakan tantangan bagi mereka.
Namun, dengan dukungan dari orang tua, segala perjuangan seolah menjadi
sepadan.
Kegiatan ini bukan
kali pertama dilaksanakan, tapi kali ini berbeda karena berlangsung di ruang
terbuka. "Harapannya tentu ini bisa menjadi langkah dalam menebar
kebaikan, khususnya dalam mensejahterakan generasi muda untuk gemar
berliterasi," tambah Ida dengan semangat.
Respon positif juga
datang dari orang tua peserta, seperti Safri (32), ayah dari salah satu peserta
yang turut hadir mendampingi anaknya. Ia menyatakan bahwa kegiatan belajar
nonformal sangat membantu anak-anak dengan minat belajar yang rendah.
"Kami orang tua sangat mendukung, biar peningkatan percaya diri anak
semakin tinggi," ujarnya penuh semringah.
Tidak hanya melibatkan
masyarakat setempat, kegiatan ini juga menggandeng Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Kota Palu sebagai penyedia sarana dan prasarana, termasuk
buku-buku.
"Untuk
kepentingan literasi terhadap anak-anak, terkait dengan pembangunan mental dan
sumber daya manusia, kami akan backup selama berkaitan positif
pada anak-anak," ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu,
Syamsul Saifudin, yang turut mendampingi.
Menurutnya, kegiatan
kolaboratif serupa perlu lebih masif dilakukan. Hal itu dapat meningkatkan
minat literasi generasi muda. Berdasarkan survei yang dilakukan Perpusnas,
minat baca masyarakat Kota Palu untuk tahun ini mengalami peningkatan status
menjadi “baik”. Tahun lalu statusnya masih “sedang”.
"Tingkat kunjungan di beberapa titik sudah banyak, terutama di perpustakaan. Perpustakaan kita per hari bisa 30-an pengunjung dari berbagai kalangan, paling banyak mahasiswa," tutupnya dengan optimisme.
Dengan demikian, giat literasi ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, melainkan juga sebagai upaya kolaboratif untuk memberdayakan anak-anak kaki gunung dengan keterampilan membaca. Sebuah langkah kecil untuk membuka jalan bagi pengetahuan dan impian mereka. (Penulis: Syahrul Wardana | Publikasi: 11 Desember 2023 - 17:45).