English 01 Kunjungi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris dan Edukasi Mitigasi Bencana
Palu, 1 Juli 2026 — English 01 melakukan kunjungan ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu pada Rabu, 1 Juli 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka memanfaatkan fasilitas ruang layanan baca sebagai tempat pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar mengenal dan menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan usia mereka.
Pemanfaatan ruang layanan baca Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap terciptanya ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi anak-anak. Kehadiran mereka di perpustakaan juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap buku serta membangun kebiasaan belajar di lingkungan perpustakaan sejak usia dini.
Selain pembelajaran bahasa Inggris, kegiatan tersebut juga diisi dengan materi mitigasi bencana alam gempa bumi yang disampaikan oleh perwakilan dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA). Anak-anak diperkenalkan dengan pengetahuan dasar mengenai bencana gempa serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan diri ketika terjadi gempa.
Materi mitigasi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, sehingga pembelajaran tidak hanya menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga memberikan pengetahuan penting mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti pembelajaran, berinteraksi dengan pengajar, serta menyimak materi mitigasi bencana yang diberikan. Suasana semakin meriah karena proses belajar dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan kunjungan English 01 ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pengembangan kemampuan anak sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai tempat belajar, berinteraksi, dan memperoleh berbagai pengetahuan secara menyenangkan.
Berikan Komentar