Dialog Literasi Hari Buku Nasional 2026: Dorong Budaya Baca di Era Digital

Palu – Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Pemerintah Kota Palu menggelar Dialog Literasi bertema “Membangun Budaya Literasi di Era Digital” pada Kamis, 23 April 2026 oleh PRO 1 RRI Kota Palu sebagai pelaksana podcast yang bertempat di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu . Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka mengenai tantangan rendahnya minat baca masyarakat sekaligus upaya konkret untuk meningkatkannya melalui berbagai inovasi layanan literasi.

Dialog ini menghadirkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Asharrini Mastura, serta seniman literasi dan penulis buku, Hj. Mas'amah Mufti sebagai narasumber utama. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya membaca yang kuat di tengah arus digitalisasi.

Dalam pemaparannya, Asharrini Mastura menyampaikan bahwa minat baca masyarakat masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui media sosial. Menurutnya, perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Peran Perpustakaan Umum Kota Palu menjadi sangat strategis dalam hal ini. Berbagai program telah dikembangkan, mulai dari penyediaan koleksi buku yang variatif, kegiatan literasi berbasis komunitas, hingga pelatihan keterampilan membaca dan menulis bagi masyarakat. Perpustakaan juga aktif menjalin kerja sama dengan sekolah dan komunitas untuk memperluas jangkauan literasi.

Sementara itu, Hj. Mas'amah Mufti menyoroti pentingnya pendekatan kreatif dalam menumbuhkan minat baca. Ia menilai bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan mengekspresikan informasi. Oleh karena itu, kegiatan literasi perlu dikemas secara menarik agar mampu menjangkau berbagai kalangan.

Keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) juga menjadi salah satu solusi efektif dalam mendekatkan buku kepada masyarakat. TBM hadir di tengah lingkungan warga dengan konsep yang lebih santai dan inklusif, sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini melalui berbagai kegiatan seperti membaca bersama, dongeng, dan kelas kreatif.

Di era digital, inovasi melalui aplikasi E-Perpustakaan Palu Mapande menjadi langkah maju dalam memperluas akses literasi. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses buku-buku bacaan secara daring kapan saja dan di mana saja, sehingga menjawab tantangan keterbatasan akses fisik terhadap bahan bacaan.

Para narasumber sepakat bahwa pengembangan minat baca tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, serta peran keluarga dalam membiasakan budaya membaca di rumah.

Melalui Dialog Literasi ini, diharapkan muncul kesadaran bersama akan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dengan dukungan perpustakaan, komunitas, dan teknologi digital, Kota Palu optimistis mampu menciptakan masyarakat yang lebih literat, kritis, dan adaptif di era digital.