Palu – Program Pengembangan Ekosistem Literasi melalui Pegiat Literasi di Kota Palu terus menunjukkan progres positif. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan audiensi Program PELITA yang melibatkan Sekolah Literasi Indonesia (SLI), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, serta salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Palu, Ide Ketjil.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat dan kolaboratif tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kota Palu. Program PELITA (Pengembangan Ekosistem Literasi melalui Pegiat Literasi) menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas pegiat literasi sekaligus memperluas dampak gerakan literasi di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) memaparkan konsep dan rencana implementasi program, termasuk pendampingan bagi pegiat literasi, penguatan manajemen TBM, serta penyelenggaraan kegiatan literasi yang inovatif dan inklusif. Fokus utama program ini adalah mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, komunitas literasi, dan masyarakat.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program PELITA. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat peran TBM sebagai ruang belajar alternatif yang dekat dengan masyarakat serta menjadi pusat kegiatan literasi berbasis komunitas.
Sementara itu, TBM Ide Ketjil menyambut baik keterlibatan dalam program ini sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan memperluas jangkauan layanan literasi. Dengan adanya pendampingan dan jejaring kolaborasi yang lebih luas, TBM diharapkan dapat semakin berdaya dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui audiensi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk bersama-sama membangun gerakan literasi yang partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Palu.